Universitas Sumatera Utara berkerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia menggelar Dialog Interaktif Entrepreneur Hub dengan tema “Wirausaha Baru Tercipta, Pengrajin Berdaya” di Auditorium USU pada Senin (15/05/2023). Dalam acara ini juga, terdapat bazar untuk para UMKM muda di Sumatera Utara khususnya mahasiswa dan alumni Universitas Sumatera Utara.
MC memulai acara dengan perkenalan salah satu wirausaha muda bernama Adinda Agita Nasution yang memiliki usaha di bidang kesehatan yaitu obat herbal anti diabetes. Dalam perkenalan itu juga Agita menyuruh mahasiswa untuk menemukan tujuannya untuk mengikuti seminar Dialog Interaktif Entrepreneur Hub ini.
Dalam acara ini juga dihadirkan seorang komika, Joel Purba untuk hiburan kepada peserta seminar. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Akademik Universitas Sumatera Utara, Edy Ikhsan. Turut hadir juga dalam acara ini Walikota Medan Bobby Afif Nasution, Ketua Bidang Wirausaha Baru DEKRANAS, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara, DEKRANAS Bidang Pendanaan, DEKRANAS Bidang Pelatihan dan Pimpinan Direktorat dan para Dekan Universitas Sumatera Utara.
Acara yang dihadiri hampir seribu peserta ini, diisi oleh pemateri dari Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki. Dalam materinya, Masduki memberikan gambaran besarnya potensi Kota Medan menjadi pencetak generasi pengusaha muda. Minat anak muda yang lebih memilih menjadi pengusaha, harus didukung oleh lembaga pendidikan untuk mengarahkan pola pikir anak muda dalam berwirausaha.
“Medan merupakan kota yang dibangun oleh pebisnis. Medan dulu memiliki perkebunan tembakau deli. indonesia diprediksi akan menjadi 4 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dan enterpreuner sangat penting didalamnya. Untuk mengejar negara-negara maju maka pemerintah ingin menyiapkan enterpreuner-enterpreuner karena untuk menjadi negara maju minimal jumlah pengusaha harus sebesar 4%. Menurut survey 70% anak-anak indonesia lebih banyak ingin menjadi pengusaha. Kampus harus di ubah mindsetnya, kampus bukan lagi untuk mencetak pekerja tapi untuk mencetak orang-orang yang bisa membuka,” jelas Masduki.
Di sesi dialog interaktif dengan Teten Masduki, Wali Kota Medan ikut mendampingi dan berbagi pengalaman sebagai seorang pengusaha yang dimulai sejak di bangku kuliah semester 5. Masduki memanggil pengusaha-pengusaha muda asal Universitas Sumatera Utara ke depan panggung dan memberikan kesempatan untuk memperkenalkan usaha yang telah dirintis mereka. Ada sembilan mahasiswa USU yang saat itu membagikan ide dan pengalamannya dalam merintis usahanya. Ada yang memiliki usaha Weeding Organizer, bisnis fashion, kerajinan tangan, hidrofonik, kopi, daun kelor sampai dengan bisnis penjualan sampah secara online.
Dalam sesi akhir dialog interaktif, Masduki memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang hadir untuk memanfaatkan masa muda dengan berani memulai berbisnis. “Jangan takut berbisnis. Karena anak muda zaman sekarang sudah suka menggunakan produk lokal. Banyak platform digital bisa mewujudkan bisnis,” ujarnya.