Badan Wakaf Indonesia (BWI) kembali melangsungkan Wakaf Goes To Campus untuk yang ke-13 kalinya. Sasaran lokasi pada seri Goes To Campus oleh BWI kali ini adalah Sumatera Utara, dengan opening ceremony yang diberlangsungkan secara resmi di Auditorium Universitas Sumatera Utara pada Selasa (16/05).
Tujuan diadakannya sosialisasi wakaf melalui program ini adalah sebagai sarana edukasi mengenai informasi seputar program wakaf produktif dan wakaf uang kaum milenial. Tema yang diangkat adalah sosialisasi dan kontribusi wakaf dalam pembangunan Nasional. Kegaiatan yang diinisiasi oleh BWI ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I, dan Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara.
Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa. Zaitun. Hasibuan S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa tema dan kegiatan yang diberlangsungkan oleh BWI ini sejurus dengan Gerakan Nasional Uang Wakaf yang digalakkan oleh Presiden pada Januari tahun 2021 lalu.
Melalui kata sambutannya, Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara, memberikan apresiasi dan mengharapkan kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini tentunya bermanfaat untuk menambah literasi ya, di masyarakat, di mana mahasiswa merupakan agent of chance atau agen perubahan untuk memberikan pemahaman-pemahaman lebih baik kepada masyarakat mengenai wakaf,” ungkap Poppy.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan oleh Ketua Badan Pelaksana BWI, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA sekaligus pembukaan kegiatan Wakaf Goes To Campus secara resmi. Di dalam kegiatan ini pula, pihak BWI dan pihak USU melangsungkan penandatangan kerja sama secara simbolis.
Ketua Badan Wakaf Indonesia mengungkapkan Pergutuan Tinggi memiliki potensi wakaf yang besar. Ia menambahkan bahwa dari 4 [erguruan tinggi, BWI telah mengelola sebanyak 700 Milyar dana wakaf.
“Tidak bisa dihitung karena sangkin banyaknya. Wakaf itukan bisa wakaf berupa tanah, itu ada berjuta hektar. Tapi ada juga wakaf uang yang kalo dikali akan dahsyat luar biasa. Sekarang yang dikelola oleh BWI itu saja baru sekitar 700 milyar dari 4 perguruan tinggi, padahal pergurutaan tinggi kita jumlahnya ribuan,” ungkap beliau.
Sebelum memberlangsungkan lokakarya yang membahas mengenai kontribusi waakf dalam pembangunan nasional, BWI juga turut melantik Duta Wakaf Sumatera Utara yang tersebar dari seluruh Universitas di Sumatera Utara.


















