Biro Rektor Universitas Sumatera Utara 061-82821196 bp2ka@usu.ac.id
adhikari, usu, mbkm, bike sharing
WhatsApp_Image_2023-05-23_at_13.54.37.jpeg
WhatsApp_Image_2024-01-16_at_14.51.16_923b2d7f.jpg
WhatsApp_Image_2023-10-06_at_11.55.45_1.jpeg
WhatsApp_Image_2023-08-04_at_15.22.27.jpeg
Slide
5_Peningkatan_Bidang_Penelitian.jpg
6PeningkatanPenelitian.jpeg
7MoUPTKimiaFarma.jpeg
8MoUBadanPertanahan.jpeg
9KunjunganInstituteofTecnologyKoreaSelatan.jpeg
10MoUUnilever.jpeg
2_MoU_Grab.jpg
12PTGrahasaranaDuta.jpeg
11PengkabLangkat.jpeg
Apel_Pagi_23_Agustus_2021_-_Biro_Rektor_USU_31.jpeg
bannerTALENTA-USU.png
bannerBINTANG-USU.png
Shadow

Penandatanganan MoU USU dengan HarvestPlus dan Yayasan Rahmat Indonesia

Universitas Sumatera Utara menandatangani Nota Kesepahaman dengan HarvestPlus dan Yayasan Rahmat Indonesia pada Jum’at (25/8/2023) di Ruang Audiensi Rektor Gedung BPA USU. Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh pimpinan instansi masing-masing yaitu Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si bersama CEO HarvestPlus, Arun Baral dan Ketua Umum Yayasan Rahmat Indonesia, Dr.H. Rahmat Shah.

Kolaborasi USU dengan HarvestPlus dan Yayasan Rahmat Indonesia begitu penting, terutama tentang mengatasi masalah stunting di Indonesia khusunya Kota Medan. Sebagai salah satu kampus di Indonesia, USU harus berkontribusi dengan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) untuk mencegah stunting. USU sebagai salah satu dari 7 kampus, sudah membuat aktifitas untuk baik pemerintah maupun komunitas tentang stunting ini.

“Ada 7 kampus dan USU mendapat penghargaan sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap kependudukan. Hal ini dikarenakan aktifitas yang dilakukan USU terhadap stunting cukup menggembirakan bagi mereka melalui banyaknya program yang dibuat USU, seperti program KEDAIREKA yaitu turun ke lapangan untuk memberikan edukasi tentang gizi dan memberikan pemahaman mengenai tentang pernikahan usia dini, dan lain-lain,” terang Muryanto.

CEO HarvestPlus, Arun Baral, sangat optimis bahwa USU akan menjadi mitra yang kuat dalam mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Ketua Umum Yayasan Rahmat Indonesia Dr. H. Rahmat Shah mengakui kualitas mahasiswa Fakultas Pertanian USU dan menegaskan bahwa kerjasama ini akan mendukung inovasi dalam mengatasi stunting, gizi buruk, dan masalah ibu hamil.

Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi suatu kesempatan bahwa USU menjadi salah satu yang dipilih oleh BKKBN. BKKBN membentuk konsorsium perguruan tinggi peduli kependudukan.

Selanjutnya, perlu nantinya untuk masing-masing pihak kembali berdiskusi mengenai hal-hal yang dapat dikerjasamakan secara detail. Misalnya pemanfaatan lahan USU yang ada di Kuala Bekala, seluas 300 ha. Nantinya mungkin sebagian lahan bisa dipakai untuk pembibitan padi dan hal lainnya.