Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Universitas Sumatera Utara mengadakan Workshop Pengelolaan Laboratorium di ruang Video Conference Gedung BPA USU pada Senin (15/01/2024). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dalam pemetaan laboratorium di lingkungan Universitas Sumatera Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Dekan dan Wakil Dekan II serta Wakil Dekan III di Lingkungan USU. Selain itu, Kepala Laboratorium di lingkungan USU juga menjadi peserta dalam kegiatan ini.
Universitas Sumatera Utara memiliki 168 laboratorium yang terbagi atas 135 Laboratorium Eksakta dan 13 Laboratorium Non Eksakta. Kuantitas laboratorium tersebut akan diefisiensi agar laboratorium yang tidak ada kegiatan praktikum setiap semesternya dirampingkan. Departemen Teknik Mesin yang mempunyai 16 laboratorium sebaiknya dilakukan perampingan, sedangkan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Pertanian tidak perlu melakukan perampingan karena sudah melakukan pemetaan laboratorium.
Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si selaku Wakil Rektor III USU memaparkan hasil pemetaan laboratorium USU. Perampingan jumlah laboratorium USU dilakukan atas data laboratorium yang memiliki modul, alat, SBM, dan SOP. “Perlu adanya audit internal dari BPI (Badan Pemeriksa Internal) dan BPM (Badan Penjaminan Mutu), sebagai dasar perampingan laboratorium, terkait pendataan penerimaan pendapatan laboratorium,” kata Poppy.
Selain melakukan perampingan laboratorium, berdasarkan rekomendasi dari Audit BPM bahwa diperlukannya workshop pengelolaan laboratorium berbasis aplikasi (SIMAKLAB) dan pengelolaan keuangan untuk laboratorium yang berpotensi menambah pendapatan dengan kualitas borang dan pelayanan yang baik. Poppy menjelaskan perlunya SIMAKLAB untuk meningkatkan pelayanan laboratorium dan efektifitas penggunaan laboratorium di USU. “Membuat SIMAKLAB sebagai Sistem Informasi Laboratorium, yang dapat memuat informasi semua kebutuhan pelayanan juga untuk mengevaluasi dan meningkatkan Kinerja Laboratorium. Setiap laboratorium wajib mempunyai SOP dan melaporkan kegiatan praktikum yg dijalankan pada SIMAKLAB,” terangnya.
Pengelolaan laboratorium di lingkungan USU juga memiliki analisis kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri atas Kepala Laboratorium, Laboran, dan Teknisi. Demi menjamin kelancaran praktikum, proses pengujian, administrasi, dan pendataan maintenance alat, direncanakan untuk satu laboratorium memiliki minimal satu laboran. Kepala Laboratorium yang bukan merupakan jabatan struktural masih menjadi pertimbangan.
“Kalau nantinya kepala laboratorium bukan jabatan struktural, mungkin ini perlu dipikirkan jika satu manager satu fakultas, sulit dirasa jika begitu. Pertimbangan untuk hal ini yaitu tidak bisa jika laboratorium tidak ada kepala laboratoriumnya,” kata Khairunnisa selaku Dekan Fakultas Farmasi USU.