Universitas Sumatera Utara menerima audiensi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada Selasa (15/8/2023) di Ruang TTU Gedung BPA USU. Audiensi ini disambut langsung oleh Manager Internasionalisasi USU, Prof. Rikson Asman Fertiles Siburian, S.Si., M.Si., Ph.D bersama Kepala Bagian Kerja sama USU, Cut Hayatun, S.Sos.
Dalam pertemuan ini, hal yang dibahas mengenai hasil riset pengolahan limbah karbon dari PT Inalum, termasuk penggunaan kembali limbah karbon. Pemanfaatan limbah karbon ditujukan seperti penggantian gas LPG, pengolahan air, dan penggunaan dalam konstruksi.
Selain itu, pada audiensi ini USU menyampaikan ingin melakukan kerja sama dengan PT Inalum dalam bidang pengolahan limbah dan penggunaan kembali bahan. USU sudah melakukan berbagai penelitian dan penggunaan ulang limbah karbon dan USU memiliki pusat unggulan dalam pengolahan limbah karbon untuk riset dan pengembangan lebih lanjut.
PT Inalum juga memaparkan presentasi mengenai pengolahan limbah karbon yang saat ini sedang direncanakan. Selain pengolahan limbah karbon, rencana yang akan dilakukan adalah pembuatan dari karbon itu sendiri.
Pembuatan karbon yang dibicarakan dalam audiensi ini menggunakan grafit. Diketahui bahwa pembelian grafit karbon dari Cina seharga 65 ribu per kilo dengan 60% karbon, serta pembuatan grafit dari kelapa telah digunakan NIKE di Singapura untuk membuat baju dan sepatu. Grafit dari Cina harus diproses dan dipadukan dengan logam agar dapat digunakan. Namun harga dari grafit tersebut belum cocok untuk digunakan secara komersial.
Prof. Rikson Asman Fertiles Siburian, S.Si., M.Si., Ph.D menyarankan PT Inalum untuk bekerjasama dengan universitas guna mendukung proyek dan riset mengenai penggunaan kembali limbah karbon. Hal itu dikarenakan Nilai karbon masih tinggi sehingga grafit limbah masih bernilai komersial. Selain itu, pemanfaatan dalam penggunaan kokas anoda juga dapat menjadi bahan baku dalam pembuatan karbon.